Romeo dan Juliet Toraja
disebuah desa ada seorang putri bernama lebonna (bakkun balusu). gadis ini mempunyai daya tarik tersendiri, setiap orang yang bertatapan langsung dengannya akan jatuh cinta. hatinya pun baik sehingga ia menjadi teladan di kampunya.
di kampung itu ada 2 pemuda yang gagah yang satu bernama paerengan (masudilalong) yang satunya bernama dodeng, keduanya sangat mencintai lebonna dan lebonna mengetahui hal ini.
namun hati lebonna jatuh kepada paerengan dan dodenga ditolek dengan menjadikan alasan bahwa ia takut kepada orang tuanya. namun dodeng tidak patah semangat dia terus mencoba dan menyampaikan keinginannya kepada orang tua lebonna dan meminang lebonna, tetapi setelah tiga hari berlalu sirih pinang yang disampaikan dodeng belum dibuka itu pertanda pinangan dodeng tidak diterima.
ketika paerengan mengetahui akan hal itu dengan segera paerengan meminta orang tuanya untuk meminang lebonna lalu disampaikanlah sirih pinangan paerengan kepada lebonna, kedua orang tua lebonna meminta pendapat dari lebonna lebonna dan dengan senyum yang manis ia menjawab "dialah yang cocok menjadi pasangan ku".lalu mereka dinikahkan disertai janji (kapa') yaitu yang melanggar janji setia pernikahan itu akan membayar 12 ekor kerbau.
keluarga mereka dipenuhi kemesraan dan kebahagiaan dengan janji sehidup semati
"sampai matipun kita akan selalu hidup bersama, bahkan seluruh jiwa raga dan ulat-ulat kita pun akan selalu beriringan"
pada suatu ketika, kampung yang dimana mereka tinggal diserang oleh musuh, seluruh warga desa sepakat untuk melawan.
ketika pasukan dari kampung itu pergi berperang, paerengan berada didepan sebagai ujung tombak untuk memberi semangat kepada para pejuang, akan tetapi dodeng sengaja berada dibelakang dengan memperlambat langkanya dengan berharap agar paerengan gugur dimedan perang, ditengah peperangan dodeng kembali kekampung.
ketika dodeng kembali, ia kemudian menemui lebonna lulu mengatakan bahwa paerengan telah meninggal di medan perang.
hati lebonna sangat kacau sambil mengingat ingat janji yang mereka ucapkan, lebonna sangat sedih dan meratapi kematian paerengan. dalam kesedihan mendalam lebonna selalu mengingat-ingat janji yang mereka ucapkan untuk sehidup semati bahkan seluruh jiwa raga, lalu lebonna menepati janjinya dan ia pun bunuh diri dengan harapan bertemu paerengan di alam baka sesuai dengan janji yang mereka ikrarkan dulu.
tidak lama kemudian, paerengan kembali dari medan perang menuju rumah, namun ia mendapati orang-orang yang berduka karena kematian lebonna. paerengan sangat terkejut, oleh karena ia tidak mengetahui apa penyebab kematian lebonna.
suatu ketika pergilah dodeng memukul-mukul batang pohon enau utnuk diambil tuaknya namun ketika ia sedang memukul batang pohon enau ia mendengar suara yang mengatakan
"dodeng ma' rambi ma' dedek, dodeng ma'pa tuang-tuang
rampananni pededekmu, annapi pepamaru'mu,
ammu perangipa' mati', ammu tanding talinga pa'
parampoanpa' kadangku, pepasan mase-maseku
lako ambe' paerengan, muane sangkalamma' ku
nakua duka lasangmatekan, la sango'ton penaakan
lasang buku-buku rundun, la sang bosian beluak,
angku dolo angkumate, angku ma'paliu aku
kariuanmo lalanku, taruk gandaseleanku,
tae'sia la matena, lasisarak penawanna
umbami banuanna dandi, tokada pura diboko'
setelah dodeng mendengar suara tersebut ia kemudian turun dari pohon enau lalu pergi kerumah paerengan untuk menyampaikan pesan dari lebonna.
kemudian pergilah paerangan dan dodeng ke pohon itu, tiba-tiba mereka mendengar suara seperti yang dodeng dengar sebelumnya. paerengan terkejut mendengar kata-kata lebonna dan ia menjawab
"aku terkejut mendengar suara kekasihku,
benar apa yang dikatakanya.
nantikanlah paerangan buah hatimu,
ia pasti akan menepati janjinya.
singkat cerita
maka pergilah paerengan kesebuah rumah adat lalu ia memanjat keatas atap rumah itu dan ia melompat jatuh kebawah. maka matilah paerengan, untuk memenuhi janji sehidup semati.
thank's
sumber pendukung dari cerita masyarakat, orang tua dan buku ulelean pare toraya.
di kampung itu ada 2 pemuda yang gagah yang satu bernama paerengan (masudilalong) yang satunya bernama dodeng, keduanya sangat mencintai lebonna dan lebonna mengetahui hal ini.
namun hati lebonna jatuh kepada paerengan dan dodenga ditolek dengan menjadikan alasan bahwa ia takut kepada orang tuanya. namun dodeng tidak patah semangat dia terus mencoba dan menyampaikan keinginannya kepada orang tua lebonna dan meminang lebonna, tetapi setelah tiga hari berlalu sirih pinang yang disampaikan dodeng belum dibuka itu pertanda pinangan dodeng tidak diterima.
ketika paerengan mengetahui akan hal itu dengan segera paerengan meminta orang tuanya untuk meminang lebonna lalu disampaikanlah sirih pinangan paerengan kepada lebonna, kedua orang tua lebonna meminta pendapat dari lebonna lebonna dan dengan senyum yang manis ia menjawab "dialah yang cocok menjadi pasangan ku".lalu mereka dinikahkan disertai janji (kapa') yaitu yang melanggar janji setia pernikahan itu akan membayar 12 ekor kerbau.
keluarga mereka dipenuhi kemesraan dan kebahagiaan dengan janji sehidup semati
"sampai matipun kita akan selalu hidup bersama, bahkan seluruh jiwa raga dan ulat-ulat kita pun akan selalu beriringan"
pada suatu ketika, kampung yang dimana mereka tinggal diserang oleh musuh, seluruh warga desa sepakat untuk melawan.
ketika pasukan dari kampung itu pergi berperang, paerengan berada didepan sebagai ujung tombak untuk memberi semangat kepada para pejuang, akan tetapi dodeng sengaja berada dibelakang dengan memperlambat langkanya dengan berharap agar paerengan gugur dimedan perang, ditengah peperangan dodeng kembali kekampung.
ketika dodeng kembali, ia kemudian menemui lebonna lulu mengatakan bahwa paerengan telah meninggal di medan perang.
hati lebonna sangat kacau sambil mengingat ingat janji yang mereka ucapkan, lebonna sangat sedih dan meratapi kematian paerengan. dalam kesedihan mendalam lebonna selalu mengingat-ingat janji yang mereka ucapkan untuk sehidup semati bahkan seluruh jiwa raga, lalu lebonna menepati janjinya dan ia pun bunuh diri dengan harapan bertemu paerengan di alam baka sesuai dengan janji yang mereka ikrarkan dulu.
tidak lama kemudian, paerengan kembali dari medan perang menuju rumah, namun ia mendapati orang-orang yang berduka karena kematian lebonna. paerengan sangat terkejut, oleh karena ia tidak mengetahui apa penyebab kematian lebonna.
suatu ketika pergilah dodeng memukul-mukul batang pohon enau utnuk diambil tuaknya namun ketika ia sedang memukul batang pohon enau ia mendengar suara yang mengatakan
"dodeng ma' rambi ma' dedek, dodeng ma'pa tuang-tuang
rampananni pededekmu, annapi pepamaru'mu,
ammu perangipa' mati', ammu tanding talinga pa'
parampoanpa' kadangku, pepasan mase-maseku
lako ambe' paerengan, muane sangkalamma' ku
nakua duka lasangmatekan, la sango'ton penaakan
lasang buku-buku rundun, la sang bosian beluak,
angku dolo angkumate, angku ma'paliu aku
kariuanmo lalanku, taruk gandaseleanku,
tae'sia la matena, lasisarak penawanna
umbami banuanna dandi, tokada pura diboko'
setelah dodeng mendengar suara tersebut ia kemudian turun dari pohon enau lalu pergi kerumah paerengan untuk menyampaikan pesan dari lebonna.
kemudian pergilah paerangan dan dodeng ke pohon itu, tiba-tiba mereka mendengar suara seperti yang dodeng dengar sebelumnya. paerengan terkejut mendengar kata-kata lebonna dan ia menjawab
"aku terkejut mendengar suara kekasihku,
benar apa yang dikatakanya.
nantikanlah paerangan buah hatimu,
ia pasti akan menepati janjinya.
singkat cerita
maka pergilah paerengan kesebuah rumah adat lalu ia memanjat keatas atap rumah itu dan ia melompat jatuh kebawah. maka matilah paerengan, untuk memenuhi janji sehidup semati.
thank's
sumber pendukung dari cerita masyarakat, orang tua dan buku ulelean pare toraya.

Comments