Sastra Asli Toraja tidak dapat di artikan kata/kata
Bahasa Asli toraja adalah merupaka bahasa yang penuh dengan makna yang tersirat didalamnya. menurut cerita dari orang dulu katanya bahasa toraja dulunya sangat sulit dipahami oleh karena setiap kata memiliki makna yang tersirat didalamnya.
lalu kemudian datang orang belanda menyederhanakannya bahasa toraja. mungkin pada waktu itu orang belanda (misionaris) sangat sulit berkomunikasi dengan masyarakat setempat (masyarakat Toraja) maka penting untuk menyederhanakan bahasa toraja agar mereka bisa berkomunikasi.
pa'parapa' adalah salah satu contoh Sastra Asli Toraja. pa'parapa' digunakan dalam sebuah acara resmi ditoraja. pa'para' berarti mengajak orang yang hadir untuk diam sejenak mendengarkan/mengikuti acara yang akan berlangsung.
berikut salah satu contoh pa'parapa'
tabe' kipadolo lamban
siman kupamatalalanna lako mintu' lindo makalimma'na turupa sanda ma'danndan
limbong sende parannu lo'dok topabeloan rampao tama te inan kaparannuan rura.
tasiparapa'pa mairi' sita'tan massolanasang ellen padatu-datungki
rapa'tallang bulawanpaki' palidan maya suling pa'peranginta anna masero taranggi
tilanta' lan talinganta lelen pa' peranginta
belanna ladi bungka'mo ba'ba manikna bulawanna inde' te acara ........
bentuk diatas adalah salah satu ungkapan kepada para pengunjung dalam sebuah acara / pesta untuk meninggalkan sejenak kesibukan(berdiam diri) oleh karena acara akan segera di mulai
bahasa seperti diatas tidak dapat diartikan kata-perkata oleh karena merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan satu sama lainya.
contohnya jika diartikan kata-perkata
kata pertama diatas adalah TABE' -KI PADOLO LAMBAN-
tabe' artinya permisi (maaf) [sebuah ungkapan katapertama dalam membuka acara]
kipadolo artinya didahulukan
lamban artinya menyeberang
arti yang digabungkan = perisi dahulu mau menyeberang
padahal arinya adalah = mohon maaf sebelumnya.
siman kupamatalalanna = ini juga masih bagian dari permohonan maaf
siman dapat juga diartikan permohonan maaf
lako mintu' = kepada seluruh
lindo = muka
makalimmana = satu kesatuan dengan lindo
sanda = segala
ma'dandan = berbaju cantik yang menggunakan mek-up
ini adalah salah satu contoh bahwa bahasa toraja tidak dapat di artikan kata/kata namun merupakan kesatuan dari masing-masing suku kata.
bahasa asli toraja sekarang ini masih sangat sering kita dengan pada sebuah acara di toraja.
kurre sumanga', terima kasih, thank's, arigatou, gozaimasu, danke, gracias, thenk ye, kiitoksia, dank je.