Pengalaman Keindahan (estetika)
Setiap fenomenologi setiap pengalaman yang ada pada manusia selalu terjadi sebagai sebuah sesuatu pengalaman yang terjadi dalam kehidupan setiap manusia. Penguraian tentang fenomenologi bukan merupakan “sesuatu” itu melainkan inti dari pengalaman sesuatu itu yang terjadi pada manusia.
Dalam filsafat keindahanmenurut pandangan fenomenologi merupakan pengalaman estetis tentang sesuatu yang akan dikupas tentang gejala keindahan ( langsung memeriksa) sesuatu itu menyatakan tentang apa cici-ciri objek yang bersangkutan tersebut mau diselidiki dan mengapa objek tersebut indah yang seakan akan objek yang lain di abaikan akan keindahannya??Pengalaman estetis merupakan sesuatu yang khas (manusiawi) maka dari itu pengalaman uraian dari pengalaman itu dapat berguna untuk mengenal manusia itu sendiri dengan cara yang mendalam.
Tentang pengalaman estetis ternyata berdasarkan atas pengamatan idrawi, sehingga dapat dikatakan bahwa manusia terbawa oleh pengamatan itu, jiwaraga, dengan segala indra dan kemampuan lainya bersatu dalam diri manusia. Hal ini jelas saat pengalaman tentang keindahan alam contohnya atau dalam pengalam keindahan karya seni lukis, musik, tarian dll, dan jika pengalaman tersebut telah lewat/berlalu dan manusia ingin sekali mengulang dan meraih kembali dan berada lagi dalam pengalaman tersebut (pengalaman yang sama persis/bukan diulang kembali dalam waktu yang berbeda) pengalam tersebut merupakan ciri dari pengalaman estetik sejati.
Pengalaman itu tidak dapat disampaikan / diberikan kepada orang lain. Namun hanya dapat terjadi dan berkembang dalam diri setiap manusia (perorangan). Estetika sebagai ekspresi proses kebudayaan, berkesenian yang terkait juga dalam pandangan jagad dimana tempat manusia mengartikan hidup, mengambil nilai dan mencari dasar-dasar untuk hidup
Setiap Keindahan hanya dapat ditemukan oleh orang yang mempunyai pengalaman mengenai sesuatu yang bermakna dalam benda atau karya seni. Berestetika merupakan kebudayaan dan dengan berestetika manusia mewujudkan diri dan semakin menyempurnakannya.
Sumber : Estetika, Filsafat Keindahan oleh Dr Fx. Muji sutrisno SJ, Prof. Drs Crist Verhaak SJ
Comments