Benarkah Toraja : Hidup Untuk Merayakan Kematian???
membaca judul dari posting diatas tentang "Toraja Hidup untuk merayakan kematian???" adalah salah satu judul posting dari salah satu web (blog)
saya tertarik dengan Judul posting dari blog tersebut oleh karena saya sebagai orang toraja bangga akan tanah kelahirannamun sebenarnya bukanlah seperti itu adanya, orang toraja pada dasarnya tidaklah hidup untuk merayakan kematian!!!
jika semua masyarakat toraja diwajibkan untuk memotong kerbau dalam jumblah yang banyak dan melengkapi jenis kerbau tersebut maka tepat judul dari posting diatas
Tujuan yang pertama dari ritwal perayaan Upacara Kematian di Toraja adalah untuk menjalin keakraban/kekeluargaan dan tidak semata-mata hidup untuk merayakan kematian. Tidak semua dari masyarakat dapat melaksanakan ritwal tersebut dan menyembelih kerbau, babi dalam jumlah yang tidak sedikit (besar-besaran)
Tujuan lainya juga adalah untuk mempertahankan Golongan sosial (khasta) dam bukan dilahat dari khastanya (golongan solsial masyarakat) dan tidak dilihat dari jumlah uang yang dimiliki.
salah satu contoh adalah orang toraja yang telah sukses diperantauan ingin melaksanakan Ritwal tersebut namun pada hakikatnya Tidak dapat melaksanakannya dengan ritwal tersebut oleh karena sosial masyarakatnya tidak dapat melakukan ritwal tersebut.
penyembelihan kerbau pada dasarnya juga tidak sembarang. peenyembelihan kerbau ini dilihat dari golonganya, apakah layak untuk menyembelih kerbau belang dan melengkapi jenis dari kerbau, layak tidanya menyembelih rusa??
beberapa hal tersebut diatas belumlah seberapa karena banyak hal yang harus dilihat dalam prosedur atau tatana dalam ritwal rambu solo' (upacara kematian).
Comments