Dalam musik memiliki beberapa unsur yang tidak dapat dipisahkan yang memiliki keterkaitan satu sengan lainya, unsur musik meliputi. melodi, ritme dah harmini, kita akan membahas satu persatu dari unsur tersebut
Melodi merupakan susunan dari rangkaian tiga nada atau lebih dalam musik yang terdengar berurutan secara logis serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan. Itu mengungkapkan bahwa melodi adalah merupakan bagian dari suatu karya musik Melodi juga disebut sebagai sebagai elemen dasar dari sebuah komposisi, di mana melodi dirangkai dan disusun secara horisontal serta bervariasi dalam tinggi rendahnya, panjang pendeknya nada-nada, yang disusun dari bagian-bagian akor yang pada dasarnya direncanakan dan memiliki tujuan akhir yang akan dituju.
Namun pada hakekatnya pengertian sebuah melodi itu tidaklah muda untuk dikemukakan sebagai sesuatu yang sangat elemen dan disusun secara horisontal dalam sebuah komposisi. Sebab, agar teori melodi tidak dianggap terlalu abstrak, teori ini harus meliputi: teori ritme yang menjadi unsur penting dalam melodi, bahkan teori harmoni harus dimuat sebagai persyaratanya. Disamping itu secara tersebunyi pengertian melodi yang popular merupakan ekspresi dan gejala kecenderungan manusia mendengar sebuah melodi sebagai hit popular di mana terjadinya penjelasan terminology yang hanya mencerminkan kekurangan teori melodi sendiri. Pada hal kerbetasan pengertiaan tidak boleh menjadi peraturan teori musik yang mutlak oleh karena hanya popularitasnya, karena itu merupakan unsur dangkal yang memuaskan serta timbulnya kesan menarik, sehingga terdapat kemerosotan ilham di dunia musik.
Seperti halnya yang dikatakan Dieter Mack: pengertian melodi yang popular terutama berhubungan dengan persepsi subjek yang mendengar atau berapresiasi, akan tetapi tidak merupakan salah satu kategori objektif dalam bidang teknik komposisi yang elementer.
Istilah melodi lebih mudah dikemukakan oleh orang awan atau peminat musik yang diungkapkan sebagai suatu kriteria utama dalam usaha mengukur kwalitas suatu karya musik. Lalu menggangap sebagai melodi yang indah, melodi yang melodius, melodi yang bisa ditangkap dengan cepat. Mencerminkan bahwa musik kebanyakan diukur melalui rangsanganya saja.
Melodi memiliki sejumlah unsur yang memberinya kelelusan di dalam variasi. Suatu pengertian terhadap unsur-unsur ini akan menolong kita mendengarkan secara preseptif mengenai melodi.
Ritme adalah bagian dari melodi yang tidak dapat dipisahkan, meskipun ritme bias muncul tanpa melodi seperti yang ada pada irama gendang, mengetuk-ngetuk pensil diatas meja dan menepuk-nepuk tangan.
Ritme dapat menjadi sangat teratur bila mana pola-pola aksenya di ulang-ulang, atau berubah secara terus menerusSuatu jenis ritme yang sangat khusus disubut sinkopasi, muncul dalam hubunganya dengan sukat bila sebuah nada pada sebuah ketukan diberi aksen dan diubah kedalam sebuah ketukan
Perlu kita pahami bahwa penekanan dari pada fungsi harmoni dari akord, kualitas aktif dari fungsi harmoni akord yang bukan hanya struktur pasifnya saja, yaitu mempertimbangkan pemakaian akord dengan memendang susunan musikal dan bukanya sebagai sesuatu yang terpisah, menetapkan materi diatas prinsip-prinsip musik.
Ilmu harmoni dari zaman kezaman mengalami perubahan, itu menandakan bahwa setiap komposer pada setiap zamannya memiliki estetika yang berbeda, dari perbedaan yang ada inilah maka akor dan progresi baru terus menerus memasuki bahasa musik, namun kosa kata akord dasar masih tetap sama. Oleh karena itu maka Harmoni dibedakan menjadi dua jenis yaitu harmoni konvensional, harmoni modern, yang ditekankan di sini adalah harmoni modern.
Harmoni menunjuk pada cara akor membentuk dan bagaimana nada-nada tersebut saling mengikuti akord tersebut. Akor tersebut dibentuk dari tangga nada yang adalah urutan nada yang mempunyai tujuh langkah. Jika diurutkan naik maka langkah kedelapan sama dengan langkah pertama; langkah kesembilan sama dengan langkah kedua, begitu pun seterusnya.Jarak dari pada langkah yang bersambung pada skala tersebut tidak seluruhnya sama. Ada yang sempit stengah langkah, ada yang lebar satu langkah.
Dalam tangga nada diatonik dikenal dua jenis bentuk tangga nada yaitu tangga nada mayor dan minor. Sebuah tangga nada biasa diawali dengan sembarang nada, namun urutan intervalnya haruslah tetap sama. Tangga nada mayor harus memiliki jarak interval: {1-1-1/2-1-1-1-1/2}.Dalam jenis harmoni konvensional dikenal istilah trinada. Trinada adalah merupakan kombinasi dari tiga nada yang tersusun yang dibentuk dari interval M3 dan interval P5 dari arah bawa (dari root). Trinada ini juga biasa disebut dengan akor I.
sumber: Analisis Melodi Harmoni Lagu Bouree Karya John Sebastian Bahc, oleh Ferdinan P Boroh 2007.
Comments